SMAN 1 Bondowoso menyelenggarakan
workshop peningkatan profesionalisme guru (05/05/2026) sebagai bagian dari
upaya penguatan kualitas pembelajaran di era abad ke-21. Kegiatan ini
menghadirkan narasumber dari kalangan pengawas dan akademisi yang berpengalaman
di bidang pendidikan.
Kepala sekolah, Ageng Jelly Purwanto,
menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi guru menjadi kebutuhan mendesak
seiring dengan perubahan paradigma pembelajaran. Menurut dia, guru tidak hanya
berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu
menciptakan pembelajaran bermakna.
“Penguatan kompetensi guru harus terus
dilakukan agar proses pembelajaran mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan
peserta didik,” ujarnya.
Narasumber pertama, Dr. Tikno Amianto,
memaparkan konsep pembelajaran mendalam (deep learning). Ia menjelaskan bahwa
pendekatan ini menekankan pada pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis,
serta keterkaitan materi dengan kehidupan nyata.
“Pembelajaran mendalam mengarahkan siswa
untuk tidak sekadar menghafal, tetapi memahami dan mampu mengaplikasikan
pengetahuan,” kata Tikno.
Sementara itu, narasumber kedua, Dr.
Daris Wibisono Setiawan, membahas pentingnya keterampilan public speaking dalam
pembelajaran abad ke-21. Ia menilai kemampuan komunikasi guru menjadi faktor
penting dalam membangun interaksi yang efektif di kelas.
Menurut Daris, penyampaian materi yang
jelas, terstruktur, dan komunikatif akan membantu meningkatkan keterlibatan
siswa dalam proses belajar.
Workshop berlangsung secara interaktif
dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para guru peserta terlihat aktif menggali
informasi terkait penerapan materi dalam praktik pembelajaran di kelas.
Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Bondowoso
berharap dapat memperkuat kapasitas guru dalam merancang dan melaksanakan
pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta
didik.
Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen
sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan, sejalan dengan
tuntutan perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

